Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Udah dapat THR?

Tips menarik yang recommended banget buat manfaatin THR kamu nih.

Adsense udah Sampai Batas Minimun?

Tahu gak berapa lama surat verivikasi Pin sampai !!

Pernah Selingkuh atau di Selingkuhin?

Ini loh sebab dan akibatnya teman.

Mau Wisata Yang Bebas Parkir?

Ayo datang beberapa destinasi wisata yang ada di Bengkulu berikut ini.

Tahu batu giling kan?

Tahu ngga gimana cara dari pembuatan batu giling tersebut?

Wednesday, August 28, 2019

Objek Wisata Banyak Rusak, Bagaimana Cara Kita Untuk Ikut Berperan Dalam Hal Ini ?

Dokumentasi Sendiri
Eransa - Wisata merupakan suatu kegiatan yang dapat mengurangi tingkat stres sesorang terhadap berbagai beban hidup yang harus di jalani nya. Berwisata mampu membuat otak dan tubuh seakan kembali rileks untuk kemudian nanti bersiap menjalani kenyataan hidup. Bagi para pekerja, wisata ini seakan proses untuk mereka mengisi ulang tenaga agar nanti nya dapat kembali semangat dalam melaksanakan tugas. Bagi para pelajar pun juga bermanfaat dalam menyegarkan kembali otak agar siap kembali ke rutinitas belajar.

Di Indonesia sendiri, terdapat begitu banyak objek pariwisata yang mempesona dan dapat di jadikan sebagai tujuan berwisata. Hampir disetiap daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki objek wisata nya masing-masing dengan keragamannya. Namun dengan banyak nya objek pariwisata tersebut apakah sudah termanfaatkan dan terkelola dengan baik? pertanyaan itu adalah fokus pada pembahasan kali ini.

Terdapat suatu siklus yang agaknya kurang bagus pada pengelolaan objek wisata di Indonesia, yakni siklus musiman. Suatu objek wisata di beberapa daerah yang ada di Indonesia, kadang hanya terlihat bagus dan menarik pada waktu-waktu tertentu saja, seperti saat ada event di tempat itu atau bahkan hanya terlihat bagus saat baru di dirikan saja. Hal semacam ini bahkan terjadi hampir di semua daerah di Indonesia.

Baca Juga :
3 Cara Menghadapi Stres Berlebihan, Kamu Wajib Tahu !!!!
Merubah Sampah, Jadi Harta !!

Objek-objek pariwisata yang telah di buka untuk umum entah itu milik swasta atau pun milik pemerintah, masih banyak yang terlihat kurang terawat. Mungkin di sebabkan dari kurang nya alokasi dana atau tidak merata nya alokasi dana yang di kucurkan (ini hanya opini) sedangkan untuk objek-objek pasiwisata yang di kelola oleh swasta juga bergantung pada penghasilan dari kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut.

Nah untuk turut berperan dalam mengatasi itu, ada beberapa hal yang (mungkin) dapat dilakukan pembaca selaku pengunjung atau penikmat objek pariwisata, seperti hal berikut:

1. Tidak Melakukan Pengerusakan Saat Berwisata.

Adalah hal yang sangat penting bagi para pembaca lakukan saat berkujung ke suatu objek pariwisata adalah dengan ikut menjaga objek wisata yang di kunjungi tersebut, selain akan membantu para pengembang meminimalisir pengeluraan dalam perbaikan, hal ini tentu akan membuat objek wisata tersebut menjadi lebih terawat. Hal-hal seperti mencoret-coret, merusak dan membuang sampah sembarang tentu akan menjadi kan tempat apapun yang awalnya bagus menjadi jelek.

2. Utamakan Berkunjung Ke Objek Wisata Lokal Sebelum Ke Objek Wisata Luar.

Sebelum para pembaca melancong ke luar negeri untuk berliburan, cobalah kembali riset tentang objek-objek wisata yang ada di negeri sendiri, banyak objek-objek wisata yang tak kalah menarik di banding dengan objek wisata luar negeri, hal ini tentu akan membuat wisata lokal menjadi lebih rame dan mendatangkan omset bagi paa pengembang sehingga mampu merawat objke pariwisatanya.

3. Lakukan Campign Untuk Mengenalkan Objek Wisata.

Campagin adalah salah satu cara yang dapat kita gunakan dalam membantu objek wisata yang ada di daerah kita agar lebih terkenal, hal ini tentu akan mendatangkan para wisatawan asing atau luar daerah yang berkunjung. Dengan demikian, tidak hanya objek wisatanya yang akan menjadi terkenal, namun eprokonomian daerah tersebut juga akan bertambah dengan bertambahnya para pendatang.

Itu lah tadi beberapa hal yang dapat kita lakukansebagai pengunjung, untuk membantu mengembangkan objek-objek wisata yang ada di daerah kita. Semoga dengan hal tersebut objek-objek wisata yang sebelumnya tak terawat dapat berbenah dengan baik.

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa bagikan jika dirasa bermanfaat, silahkan tuliskan dikomentar jika ingin berdiskusi atau ada masukan, terimakasih. 

Friday, August 9, 2019

Kelakuan Barbar Memberi Alkohol Ke Kucing, Bersiap Di Pidana !!!

Eransa - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang begitu banyak di senangi oleh manusia, tingkahnya yang lucu dan menggemaskan mampu menyihir kita untuk jatuh cinta kepadanya, hewan berkaki empat ini pun kadang seakan faham betul bagai mana bersikap agar para majikannya semakin  jatuh hati. Tingkah nakal yang memang kadang membuat risih seakan mampu di hilangkannya dengan elusan manja bulu halus ke tubuh majikan.

Kucing bahkan menjadi hewan peliharaan Nabi Muhammad SWT, kita tahu kucing beruntung tersebut bernama Muezaa. Nabi bahkan pernah memotong belahan lengan jubah yang ditiduri Muezaa saat beliau akan menggunakannya dan tak ingin mengganggu hewan berkaki empat kesayanganya itu.

Lain lagi dengan para artis ibu kota yang tidak sedikit kedapatan memelihara hewan yang khas dengan suara "mengeong" nya ini, sebut saja Raditya Dika yang mempunyai lebih dari satu kucing yang bermain bebas di rumahnya, dan mendapat perlakukan yang sangat baik. Hal ini menandakan bahwa betapa banyak nya orang yang menyukai kucing.

Namun, beberapa saat yang lalu viral kejadian barbar dari dua orang pemuda yang sedang memaksa seekor anak kucing untuk meminum alkohol hingga tak mampu untuk berjalan. Hal yang lantas memancing amarah para netizen dari berbagai kalangan.

kucing oren
Sumber : Instagram (@smart.gram)
Perilaku tidak terpuji ini pertama kali di unggah oleh grup facebook Pecinta Kucing Makasar, Video yang berdurasi beberapa detik itu menujukan dua orang pemuda dengan tertawa girangnya terus memberikan minuman berakohol kepada anak kucing berwarna abu abu putih hingga tidak mampu atau kesusahan untuk berjalan.

Baca Juga:


Perbuatan semacam ini, sebenarnya dapat diusut secara hukum. Terdapat beberapa perataturan yang bisa di gunakan untuk hal semacam ini. Sebut saja Pasal 302 KUHP yang berbunyi:

  1. Diancam pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ratus lima ribu rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.
    1. Barang siapa tanpa tujuan yang patuh atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya.
    2. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan sengaja melampaui batas yang di perlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberikan makan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib di peliharanya.
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah, karena penganiayaan hewan.
  3. Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.
Berikutnya, hal itu juga melanggar pasal 66 ayat 2 huruf c undang-undang no 18 tahun 2019 yang berbunyi:

Pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan serta rasa takut dan tertekan.



Salin itu, hal ini juga melanggar pasal 92 peraturan pemerintah no 95 tahun 2012 yang berbunyi:

Setiap orang dilarang untuk:
  1. Menggunakan dan memanfaatkan hewan diluar kemampuan kodratnya yang dapat berpengaruh terhadap kekerasan, keselamatan, atau menyebabkan kematian hewan.
  2. Memberikan bahan pemacu atau perangsan fungsi kerja hewan atau produk hewan transgenik yang membahayakan kelestarian sumber daya hewan, keselamatan dan ketentraman batin masyarakat, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
  3. Menerapkan bioteknologi modern untuk menghasilkan hewan atau produk hewan transgenik yang membahayakan kelestarian sumber daya hewan, keselamatan dan ketentraman batin masyarakat, dan kelestarian fungsi hidup lingkungan.
  4. Memanfaat kan kekuatan fisik hewan di luar batas kemampuannya, dan
  5. Memanfaatkan bagian tubuh atau organ hewan untuk tujuan selain medis.
Itu adalah beberapa peraturan dari banyak peraturan lain yang sebenarnya ada dan dilanggar oleh para pemuda yang ada dalam video tersebut. Hal ini sebetulnya dapat di bawa ke dalam hukum pidana, semoga para pelaku cepat di tangkap dan tidak lepas dengan hanya meminta maaf seperti kebanyakan kasus lainnya.

Sangat besar harapan kita agar ini semua tidak pernah terjadi kembali, ingat bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi ini, maka selayaknya seorang pemimpin berlaku bijak lah. Menanggapi hal ini, mari kita berdiskusi pada kolom komentar jika ada yang pembaca sekalian ingin utarakan, terimakasih.

Wednesday, August 7, 2019

Sudah Optimalkah Upaya Pertamina Dalam Mengatasi YYA-1RW ??

Eransa - Pada tanggal 18 Juli 2019 lalu, kita di kejutkan dengan tercemarnya perairan Karawang oleh minyak mentah dari sumur YYA-1RW, hal ini lantas menjadi pemberitaan nasional yang deras dan tak terbendung. Pencemaran lingkungan serta kerugian yang besar akibat dari tragedi ini pun menjadi perbincangan yang terasa wajib memang untuk di bahas, berbagai media pun tak lepas mengabarkan berita hangat tersebut.

Sumber : Google
Secara umum, kebocoran ini bermula pada hari Jum'at tanggal 12 Juli 2019 sekitar pukul 01.30 Wib saat di lakukannya Re-entry di sumur YYA-1 pada kegiatan reperporasi. Kegiatan ini merupakan proses pembuatan lubang ketika sumur siap untuk produksi, pada prosesnya muncul gelembung gas di anjungan yang berada di wilayah operasi tersebut yang di duga karena adanya anomali tekanan. Perlu di ketahui bahwa sumur YYA-1RW merupakan sumur bekas eksplorasi pada tahun 2011. Kemudian pada tanggal 16 Juli 2019 muncul lapisan minyak di permukaan laut, lalu pada tanggal 17 Juli 2019 minyak mulai terlihat di sekitar anjungan, dan tanggal 18 Juli 2019 minyak mulai mencapai pantai.

Adapun efek samping atau bahaya dari tumpahnya minyak mentah ini kelaut antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Kerusakan biologis yang merupakan efek letal dan sub letal.
  2. Menghambat pertumbuhan fitoplankton di laut karena tumpahan minyak ini mengandung senyawa yang beracun.
  3. Penurunan populasi alga dan protozoa karena kontak dengan racun slick (lapisan minyak di permukaan air)

Sumber : Wikipedia


"Dengan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi tersebut, telah optimalkah yang dilakukan pertamina untuk mengatasi hal tersebut", ini mungkin menjadi pertanyaan dari berbagai pihak dan masyarakat mengingat bahwa kejadian tersebut telah berlangsung selama 20 hari semenjak artikel ini di terbitkan.

Sebenarnya, paska terjadinya kebocoran itu, pihak Pertamina telah melakukan Oil Boom yakni peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpakan minyak pada permukaan air, dengan bahasa sederhana bahwa Oil Boom ini semacam pemasangan pagar mengapung diatas permukaan laut.
Selain itu, berdasarkan press realese pada website resmi dari Pertamina, menyatakan bahwa :
  1. Pertamina berhasil mempercepat tajak pengeboran Relief Well YAA-1RW sebagai upaya untuk memberhentikan gelembung gas.
  2. Rig Jeck Up Soehanah (platform pengeboran) telah berada di lokasi pengeboran Relief Well YAA-1RW pada Tanggal 17 Juli 2019.
  3. Pertamina telah menggandeng beberapa perusahaan yang berpengalaman dalam mengatasi hal semcam ini seperti Boot & Coots asal Amerika.
Berdasarkan beberapa fakta tersebut, maka terjawab kah pertanyaan dari keoptimalan langkah-langkah yang dilakukan pertamina?

Tentu pembaca memiliki jawabannya sendiri, mari kita berdiskusi akan hal ini.


Thursday, August 1, 2019

Fakta Seputar Idul Adha 2019 Yang Perlu Banget Kamu Ketahui !!!

Foto oleh : Pixabay
Eransa - Idul Adha atau yang sering masyarakat luas sebut juga sebagai lebaran haji atau lebaran Kurban, merupakan  salah satu hari raya umat Muslim. Idul Adha ini di laksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir tahun Hijriah. Hari raya Idul Adha di laksanakan sebagai peringatan terhadap kurban yang di lakukan oleh Nabi Ibrahim yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk di sembelih yang kemudian putranya itu di gantikan (ditukar) oleh Allah SWT dengan seekor domba. Puncak dari Idul Adha ini adalah ibadah haji yang di lakukan umat muslim di tanah Mekkah

Pada hari raya ini umat muslim melakukan sholad Ied bersama-sama selayaknya lebaran Idul Fitri pada pagi hari yang kemudian di lanjutkan kembali dengan pemotongan kurban (biasanya) pada waktu menjelang siang hari, lalu daging kurban tersebut kemudian di bagi-bagikan untuk kemudian disantap oleh umat muslim pada umumnya, hewan yang di kurban kan pada hari raya Idul Adha ini adalah hewan berkaki 4 yang halal untuk disantap oleh umat muslim, biasanya adalah Kambing dan Sapi. Hari raya Idul Adha ini pun juga di jadikan salah satu ajang untuk kumpul keluarga, terutama di Indonesia. Nah, sebelum hari raya Idul Adha tiba, berikut beberapa fakta menarik pada perayaan Idul Adha tahun 2019 ini.

1. Tanggal 10 Dzulhijjah Jatuh Pada Hari Libur
Sadarkan kalian bahwa tanggal 10 Dzulhijaah tahun 2019 ini jatuh pada tanggal 11 Agustus yang merupakan hari Minggu?. Tidak ada yang salah memang dengan hari minggu, hanya saja jika 10 Dzulhijjah jatuh pada hari senin, selasa, rabu, kamis, atau jumat maka akan dapat menjadi salah satu waktu yang sangat baik untuk para pekerja istirahat dari rutinitas kerjanya, selain dari memang hari hari libur :D .

2. Tanggal 11 Agustus Merupakan Hari Ketika 3 Tokoh Kemerdekaan Tiba di Dalat.
Jika kita mencoba untuk kembali membaca mengenai peristiwa kemerdekaan NKRI, maka kita akan mengetahui bahwa tanggal 11 Agustus merupakan suatu hari yang baik bagi Indonesia, karena pada tanggal yang sama 74 tahun yang silam ketiga tokoh Kemerdekaan yakni Drs. Mohh Hatta, Ir. Soekarno, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat tiba di baerah Dalat pada malam hari untuk bertemu dengan Jendral Terauchi yang kemudian menjanjikan kemerdekaan untuk indonesia.

Baca Juga :

3.  Agustus Merupakan Bulan Kemerdekaan Indonesia
Merupakan salah satu bulan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena pada  Agustus terjadi peristiwa atau pengumuman kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga tak terasa berlebihan jika di katakan bahwa Idul Adha pada tahun 2019 ini walaupun tidak jatuh pada hari libur, namun jatuh pada bulan yang penting bagi bangsa Indonesia.

Itulah tadi sedikit fakta yang berkaitan dengan Idul Adha pada tahun 2019 ini, jika kamu punya fakta-fakta yang lain silahkan tulis di komentar. Terimakasih sudah membaca jangan lupa untuk berbagi info ini keteman-teman mu.

Follow by Email