Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Udah dapat THR?

Tips menarik yang recommended banget buat manfaatin THR kamu nih.

Adsense udah Sampai Batas Minimun?

Tahu gak berapa lama surat verivikasi Pin sampai !!

Pernah Selingkuh atau di Selingkuhin?

Ini loh sebab dan akibatnya teman.

Mau Wisata Yang Bebas Parkir?

Ayo datang beberapa destinasi wisata yang ada di Bengkulu berikut ini.

Tahu batu giling kan?

Tahu ngga gimana cara dari pembuatan batu giling tersebut?

Saturday, October 26, 2019

Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak di Masa Depan


Pendidikan merupakan sesuatu yang cukup penting dewasa ini guna memberikan berbagai pengetahuan bagi anak.

Pendidikan dikatakan sebagai salah satu modal bagi seorang Indiviu untuk nanti meraih keberhasilannya di kemudian hari, tentu dengan di bersamai oleh usaha dan kerja keras.

Perkembangan teknologi juga membawa dunia pada revolusi 4.0 yang  terus di gembor gembor kan guna termanFaatkannya keadaan tersebut dengan baik, hingga menjadikan pendidikan sebagai salah satu dari beberapa ujung tombak keberhasilan.

Mulai dari taman kanak-kanak hingga berlanjut akhirnya di bangku perkuliahan, membuat peroses pendidikan cukup panjang dan memakan cukup banyak waktu, hal ini tentu berbanding lurus dengan biaya yang di keluarkan.

Untuk sampai ke tingkatan sarjana saja, seseorang membutuhkan biaya yang cukup besar,, belum lagi biaya hidup dan sebagainya.

Lantas jika sekarang saja biaya pendidikan menunjukan kepada kita angka yang menciutkan kantong, bagaimana dengan beberapa tahun mendatang ketika inflasi terus bertambah.

Mengetahui perkiraan berapa biaya yang di perlukan untuk biaya pendidikan mendatang, berikut adalah perhitungan dan penjelasannya.

Salah satu cara menghitung berapa biaya pendidikan anak mendatang sebenarnya bisa dengan menggunakan deret geometri menggunakan inflasi sebagai rasio nya.

Rumusnya Un = a.r^n-1 (^ = tanda pangkat)
Un adalah suku atau nilai ke n (yang ingin di cari)
A adalah suku pertama
r adalah rasio
n adalah nilai yang di cari

Mari perhatikan kasus berikut.

Pak Refpo sekarang berumur 26 tahun, dan berencana untuk menikah di umur 30 tahun serta ingin memiliki anak di umur 31 tahun, pak Refpo ini mempunyai kenalan yang baru akan memulai berkuliah dengan uang persemester sebesar Rp. 4.500.000 , - 
Maka kira-kira disaat anak pak Refpo nanti masuk kuliah berapa uang yang harus disiapkan jika inflasi tiap tahun adalah 10%

Rata-rata orang mulai berkuliah adalah diumur 18 tahun, sedangkan jarak umur pak Refpo sekarang dengan umur ketika anaknya baru lahir adalah 31-26 = 5 tahun.

18 tahun ditambah 26 tahun adalah 23 tahun, maka pak Refpo harus menghitung biaya pendidikan anaknya untuk 23 tahun mendatang atau (Un = U23)

Dari kasus diatas pula telah di ketahui nilai a atau suku pertamanya adalah Rp. 4.500.000 , -

Maka untuk tahun depan, biaya persemester yang mungkin ada, yaitu sebesar
(Rp. 4.500.000 x 10 % ) + Rp. 4.500.000 = Rp.4.950.0000

Tahun berikutnya lagi adalah (Rp.4.950.0000  x 10 % ) + Rp Rp.4.950.0000 = Rp. 5.445.000
Jika tidak menggunakan rumus deret geometri, hal ini akan berulang hingga 33 kali.

Berikutnya setelah mengetahui nilai n dan nilai a, yang perlu di temukan kemudian adalah rasio.
Berdasarkan perhitungan inflasi yang pertama tadi yakni

(Rp. 4.500.000 x 10 % ) + Rp. 4.500.000 = Rp.4.950.0000 jika kita perhatikan maka nilai Rp.4.950.0000 adalah 100% nilai awal +10% nilai awal dengan total 110%
Total 110%  jika disederhanakan lagi hasilnya adalah 110/100 = 1,1 (ini adalah rasio)

Mari kita masukan semua nilai yang telah di dapatkan ke dalam rumus deret geometri.
Un = a.r^n-1
U23 = Rp. 4.500.000 . (1,1) ^ 23-1
U23 = Rp. Rp. 4.500.000 . 8,100275
U23 = Rp. 36.631. 237 (ini adalah biaya kuliah persemester untuk 23 tahun mendatang)

Sekarang  setelah mengetahui biaya kulaih persemester di 23 tahun mendatang adalah Rp. 36.631. 237 maka kita kalikan dengan 8 semester dan hasilnya adalah Rp. 293.049.898

Angka ini belum termasuk biaya makan dan lainnya, juga belum termasuk biaya SD,SMP, dan SMA

Bagaimana cukup besar bukan?

Follow by Email