Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Sih Penyebab Seseorang Melakukan Bullying?


Pernahkah anda atau anggota keluarga menjadi korban bullying seperti di ejek karena fisik, agama, atau mungkin karena keadaan ekonomi? Atau mungkin anda merupakan orang yang pernah melakukan bullying? Kira-kira, kenapa anda melakukan hal itu?

Bullying merupakan suatu tindakan yang tidak baik dilakukan dan biasanya terjadi dilingkungan anak. Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pengertian Bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Bullying biasa menimpa anak-anak yang terlihat lemah, pendiam, kurang bergaul, berbeda dengan yang lain, atau bahkan lebih dari yang lain. Bullying bisa merusak mental anak yang dapat berpengaruh hingga dewasa. Bullying juga kadang menjadi momok yang menakutkan bagi anak dan orang tua.

Banyak contoh kasus yang telah terjadi di Indonesia akibat dari bullying ini, seperti kasus yang menimpa seorang anak di Malang yang jari nya terpaksa diamputasi dokter akibat menjadi korban pem-bully-an oleh teman-temannya.

Pem-bully-an ini sepertinya agak sulit untuk dihilangkan musabab anak yang menjadi korban bullying takut untuk bercerita kepada orang tua nya, sehingga kasus pem-bully-an kerap terjadi. Dari sisi korban, mungkin anda bisa mengatasinya dengan komunikasi yang baik, lebih perhatian, dan sebagainya. Namun dari sisi pelaku, agar dapat menjadi alat deteksi dini untuk anak agar tidak melakukan pem-bully-an, anda juga harus mengetahui kira-kira kenapa ya bully itu bisa terjadi, seperti hal berikut.


#1 Merasa Berkuasa

Bully dapat terjadi karena sorang anak merasa kuat dibanding kan dengan anak lainnya, biasanya karena fisik yang lebih besar. Hal ini kemudian membuatnya menganggap remeh teman-temannya.

Penting untuk anda yang memiliki anak dengan postur yang besar untuk menasihati anak agar memanfaatkan kelebihannya itu untuk hal yang baik, agar anak anda tidak menjadi pelaku pem-bully-an.

Merasa berkuasa ini juga bukan lah sesuatu yang baik, hal ini dapat membuat anak melihat segala sesuatu dengan sebelah mata, yang nantinya akan membuat anak sulit untuk diterima dilingkungan sosial atau pertemannya secara tulus.

#2 Balas Dendam

Apakah anak anda dahulunya merupakan korban bully yang telah terbebas dari penderitaan itu?

Jika iya, sebaiknya anda mulai mencari cara untuk mengkomunikasikan ke anak bahwa perbuatan bully itu adalah salah.

Karena sebelumnya di bully, bisa saja seorang anak melakukan balas dendam dengan menjadi pelaku. Korban pem-bully-an biasanya cenderung menjadi lebih agresif dan kasar, hal ini kemudian bisa membuat anak melampiaskan kemarahannya saat di bully dahulu kepada orang lain.

Baca Juga : Awas Peningkatan Jumlah Kunjungan Situs Porno, dan Bahaya Untuk Anak!

#3 Efek Tontonan

Terutama untuk anak-anak yang masih berada pada usia sekolah dasar, hati-hati dalam menyajikan tontonan. Alih-alih untuk memberikan hiburan, malah akan menjadikan anak anda seorang pem-bully. 

Adegan-adegan yang terlihat keren saat seorang melakukan pem-bully-an, bisa saja diproses dengan salah oleh anak anda, yang kemudian meniru dan melakukannya kepada teman kelas.

Anda harus sadar betul, terutama untuk anak yang masih berasa dijenjang Sekolah Dasar, bahwa anak dalam usia itu belum bisa terlalu fasih membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk untuk dirinya, maka selektif dalam memilihkan tontonan juga penting untuk dilakukan.

#4 Kurang Perhatian

Anak yang kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan keluarganya, cenderung akan mencari perhatian diluar. Biasanya segala hal buruk dilakukan oleh anak untuk mendapat perhatian dari teman-temannya.

Dengan melakukan pem-bully-an, seorang anak akan lebih mudah medapatkan perhatian dari anak-anak yang lain, sebab adanya rasa takut disakiti.

Ini yang kemudian menjadikan anak merasa nikmat untuk terus melakukan pem-bully-an, coba deh koreksi lagi diri anda, sudah cukup belum ya perhatian yang diberikan untuk anak.

#5 Ikut-Ikutan

Kadang rasa takut menjadi korban bully, membuat anak terpaksa ikut menjadi pembully. Bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan agar dirinya tidak menjadi sasaran.

Biasanya, anak-anak yang menjadi pembully karena ikut-ikutan ini adalah anak yang memiliki kemiripan dengan korban bully, bisa karena warna kulit, fisik, agama, dan sebagainya.

Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak di Masa Depan

#6 Merasa Iri

Kadang rasa iri dapat membuat seseorang melampiaskannya dengan cara yang salah, bukannya justru semangat agar mampu bersaing, justru melakukan pembullyan kepada orang yang dianggapnya lebih.

Penyebab iri ini bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari karena nilai orang lain lebih bagus darinya, kendaraan orang lain lebih keren dari dirinya, atau bahkan karena fisik.

Mulaila untuk mengajari anak anda tentang penting nya rasa syukur, ini merupakan salah satu cara tebaik agar kelak anak anda bisa mengendalikan diri dari rasa iri yang salah.

#7 Mencontoh Orang Tua / Keluarga

Pernahkah anda mendengar peribahasa” buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya”?

Anak anda bisa saja mencontoh perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang tua atau anggota keluarga kepada teman-temannya.

Jika anda kerap mencontohkan hal yang kasar, tidak baik untuk dilakukan anak-anak, atau melakukan kekesarasan didepan anak anda, hal ini bisa membuat anak mengikutinya.


Foto utama oleh Cottonbro dari Pexels

Posting Komentar untuk "Apa Sih Penyebab Seseorang Melakukan Bullying?"