Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Monday, September 2, 2019

Belajar Dari KKN Desa Penari, Kita Tidak Sendiri di Sini


Eransa - Jagat dunia internet sekarang, sedang di ramaikan oleh kisah mistis yang terjadi oleh beberapa orang mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di salah satu desa yang ada di daerah Jawa Timur.

Seperti yang telah ramai kita ketahui bahwa KKN ini merupakan suatu mata kuliah yang wajib dan pasti akan di dapatkan oleh para mahasiswa sebagai pembelajaran tentang wujud nyata berperannya mahasiswa untuk masyarakat.

Berbagai program kerja pun biasanya di siapkan oleh para mahasiswa untuk kemudian di terapkan di desa atau kelurahan atau wilayah tempat mereka di terjunkan guna mengabdi beberapa bulan di tempat tersebut.

Hal ini pun tentu juga dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang ada dalam kisah KKN Desa Penari, guna menuntaskan tuntutan study nya, observasi mendalam tentang keadaan wilayah sembari mencari informasi yang berguna senantiasa dilakukan, termasuk hal-hal yang janggal pun kadang di beritahukan oleh penduduk aslinya.

Baca Juga:

Cerita tentang kisah KKN Desa Penari ini, menjadi viral setelah seseorang menceritakannya di akun sosial media Twitter, rangkuman lengkap berjilid-jilid yang di twit seakan menarik perhatian para netizen untuk menyimaknya.

Secara umum kisah KKN Desa Penari ini menjelaskan tentang hal mistis yang di alami para mahasiswa yang tengah melakukan pengabdian masyarakat di salah satu desa terpencil di daerah Jawa Timur hingga di kabarkan ada yang sampai meninggal dunia.

Bagi pembaca sekalian yang telah membaca atau mengetahui tentang kisah tersebut tentu memiliki berbagai macam opini yang biasanya menyambangi fikiran, akan keaslian atau pun menerka-nerka lokasi sebenarnya dimana tempat itu terjadi.

Namun terlepas dari itu semua, apakah benar terjadi atau tidak dan sebagainya, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari.

1. Menjaga Omongan
Suatu hal yang tentu telah kita ketahui bersama dan lumrah untuk memang kita terapkan adalah mengkondisikan apa yang kita bicarakan. Agaknya pepatah yang mengatakan "Mulutmu Harimau mu" merupakan sesuatu yang benar. 

Kisah ini seakan memberitahukan kita bahwa berhati-hati dalam bicara bukan hanya berdampak pada kehidupan bermasyarakat saja, bahkan juga dengan para penunggu tak terlihat di setiap daerah "mahkluk halus".

2. Berperilaku Sopan.
Sopan santun merupakan suatu budaya yang ada di Indonesia, adab mengenai tata cara berperilaku ini menjadi sesuatu yang harus selalu kita pegang teguh, tidak menyinggung orang lain dan menghormati mereka yang lebih tua pun telah di ajarkan sejak kita kecil.

Berperilaku sopan ini juga akan membuat kita terhindar dari berbagai macam hal buruk yang mungkin saja terjadi, perilaku sopan ini akan membuat kita merasa nyaman di manapun berada.

3. Menghormati Budaya Sekitar
Adat dan budaya yang ada di Indonesia merupakan suatu kekayaan yang begitu luar biasa, banyak nya ragam masyarakat yang ada, memiliki ragam budaya yang berbeda pula.

Perbedaan adat dan budayaa tersebut menjadikan kita sebagai warga negara Indonesia, harusnya lebih peka akan hal-hal yang diperbolehkan atau tidak di perbolehkan untuk dilakukan di suatu tempat baru.

Maka ketika warga lokal disuatu tempat baru yang kita kunjungi, menyatakan untuk tidak melakukan atau berkunjung ke suatu tempat, sebaiknya jangan dilakukan. Karena bukan hanya akan menyinggung warga lokal, hal itu bisa saja membuat kita malah celaka.

4. Berdoa
Selalu mengingat pencipta dimanapun berada dan senantiasa meminta perlindungan-Nya adalah apa yang harusnya kita lakukan.

Kita tidak benar-benar sendiri di dunia ini, sadarilah bahwa  ada hal-hal gaib yang tidak sesuai dengan batas nalar kita ikut aktif "beraktifitas". Bahkan didalam kitab suci pun juga di jelaskan, maka untuk menyikapi hal ini kepada-Nya lah kita dapat berserah.

Itulah tadi, bebrapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah KKN Desa Penari, semoga ini dapat menjadi pelajaran serta akan ada manfaatnya bagi para pembaca.

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email