Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Friday, August 9, 2019

Kelakuan Barbar Memberi Alkohol Ke Kucing, Bersiap Di Pidana !!!

Eransa - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang begitu banyak di senangi oleh manusia, tingkahnya yang lucu dan menggemaskan mampu menyihir kita untuk jatuh cinta kepadanya, hewan berkaki empat ini pun kadang seakan faham betul bagai mana bersikap agar para majikannya semakin  jatuh hati. Tingkah nakal yang memang kadang membuat risih seakan mampu di hilangkannya dengan elusan manja bulu halus ke tubuh majikan.

Kucing bahkan menjadi hewan peliharaan Nabi Muhammad SWT, kita tahu kucing beruntung tersebut bernama Muezaa. Nabi bahkan pernah memotong belahan lengan jubah yang ditiduri Muezaa saat beliau akan menggunakannya dan tak ingin mengganggu hewan berkaki empat kesayanganya itu.

Lain lagi dengan para artis ibu kota yang tidak sedikit kedapatan memelihara hewan yang khas dengan suara "mengeong" nya ini, sebut saja Raditya Dika yang mempunyai lebih dari satu kucing yang bermain bebas di rumahnya, dan mendapat perlakukan yang sangat baik. Hal ini menandakan bahwa betapa banyak nya orang yang menyukai kucing.

Namun, beberapa saat yang lalu viral kejadian barbar dari dua orang pemuda yang sedang memaksa seekor anak kucing untuk meminum alkohol hingga tak mampu untuk berjalan. Hal yang lantas memancing amarah para netizen dari berbagai kalangan.

kucing oren
Sumber : Instagram (@smart.gram)
Perilaku tidak terpuji ini pertama kali di unggah oleh grup facebook Pecinta Kucing Makasar, Video yang berdurasi beberapa detik itu menujukan dua orang pemuda dengan tertawa girangnya terus memberikan minuman berakohol kepada anak kucing berwarna abu abu putih hingga tidak mampu atau kesusahan untuk berjalan.

Baca Juga:


Perbuatan semacam ini, sebenarnya dapat diusut secara hukum. Terdapat beberapa perataturan yang bisa di gunakan untuk hal semacam ini. Sebut saja Pasal 302 KUHP yang berbunyi:

  1. Diancam pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ratus lima ribu rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.
    1. Barang siapa tanpa tujuan yang patuh atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya.
    2. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan sengaja melampaui batas yang di perlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberikan makan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib di peliharanya.
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah, karena penganiayaan hewan.
  3. Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.
Berikutnya, hal itu juga melanggar pasal 66 ayat 2 huruf c undang-undang no 18 tahun 2019 yang berbunyi:

Pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan serta rasa takut dan tertekan.



Salin itu, hal ini juga melanggar pasal 92 peraturan pemerintah no 95 tahun 2012 yang berbunyi:

Setiap orang dilarang untuk:
  1. Menggunakan dan memanfaatkan hewan diluar kemampuan kodratnya yang dapat berpengaruh terhadap kekerasan, keselamatan, atau menyebabkan kematian hewan.
  2. Memberikan bahan pemacu atau perangsan fungsi kerja hewan atau produk hewan transgenik yang membahayakan kelestarian sumber daya hewan, keselamatan dan ketentraman batin masyarakat, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
  3. Menerapkan bioteknologi modern untuk menghasilkan hewan atau produk hewan transgenik yang membahayakan kelestarian sumber daya hewan, keselamatan dan ketentraman batin masyarakat, dan kelestarian fungsi hidup lingkungan.
  4. Memanfaat kan kekuatan fisik hewan di luar batas kemampuannya, dan
  5. Memanfaatkan bagian tubuh atau organ hewan untuk tujuan selain medis.
Itu adalah beberapa peraturan dari banyak peraturan lain yang sebenarnya ada dan dilanggar oleh para pemuda yang ada dalam video tersebut. Hal ini sebetulnya dapat di bawa ke dalam hukum pidana, semoga para pelaku cepat di tangkap dan tidak lepas dengan hanya meminta maaf seperti kebanyakan kasus lainnya.

Sangat besar harapan kita agar ini semua tidak pernah terjadi kembali, ingat bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi ini, maka selayaknya seorang pemimpin berlaku bijak lah. Menanggapi hal ini, mari kita berdiskusi pada kolom komentar jika ada yang pembaca sekalian ingin utarakan, terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email