Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Udah dapat THR?

Tips menarik yang recommended banget buat manfaatin THR kamu nih.

Adsense udah Sampai Batas Minimun?

Tahu gak berapa lama surat verivikasi Pin sampai !!

Pernah Selingkuh atau di Selingkuhin?

Ini loh sebab dan akibatnya teman.

Mau Wisata Yang Bebas Parkir?

Ayo datang beberapa destinasi wisata yang ada di Bengkulu berikut ini.

Tahu batu giling kan?

Tahu ngga gimana cara dari pembuatan batu giling tersebut?

Thursday, May 2, 2019

Aku Ingin Sekolah (Part 1)


Ini adalah kisah nyata yang di alami oleh Ibu Fitriani dalam usahanya untuk memperoleh pendidikan.

Sore itu ketika kebanyakan orang-orang sebaya ku sedang bermain riang bersama dengan boneka kesayangan atau sekedar bercanda seru dengan keluarga nya, aku justru harus menempuh perjalanan jauh untuk meninggalkan kota Medan menuju ke ibu kota. Terdengar biasa saja memang, namun bagi ku yang masih berumur lima tahun, perjalanan itu adalah awal dari cerita menyedihkan yang harus aku jalani.
Dua hari sebelum beranjak dari kota yang menjadi saksi lahirnya aku ini, mamak -panggilan untuk ibu- memanggil ku ketika sedang asik bermain dengan teman-teman di sekitaran rumah, suara yang akhirnya menghentikan aktifitasku bersama dengan teman-teman itu seakan benar-benar memaksaku untuk menghampirinya, padahal biasanya mamak menyuruh ku pulang dan mandi sore sekitar jam lima lewat, tapi hari itu baru saja jam tiga aku sudah di suruh pulang. Perasaaan kesal tentu menghampiri ku ketika teriakan mamak terdengar, namun apa yang akan disampaikan mamak setelah teriakan nya itu adalah suatu hal yang akan membuat aku kegirangan.

Baca Juga:
Jadikan Sampah Sebagai Hartamu !!!

Mamak bekerja sebagai asisten rumah tangga, mencuci pakaian, mencuci baju, membersihkan lantai, dan segala macamnya, beberapa kali bahkan aku diajak kerumah majikannya karena memang tidak ada yang bisa menjagaku sewaktu mamak bekerja. Mamak harus mengurusi aku dan tiga orang saudara laki-laki ku yang lain, sementara kiriman uang dari ayah kadang suka terlambat datangnya, sehingga menjadi asisten rumah tangga adalah satu-satu nya yang bisa ia lakukan untuk menyambung hidup kami. Makan dengan kudapan seadanya dan berbagi antara satu dengan yang lain telah terbiasa kami lakukan, kehidupan yang jauh dari kata mewah secara alamiah melatih kami untuk hidup sederhana.

         Panggilan mamak sore itu terdengar berbeda dengan biasanya, tergesa-gesa dan lebih kencang. Rasa marah bercampur sedih seakan menemani gelombang suara pada teriakannya itu. 
“Pit, pulang” teriak mamak.
“Pipit cepat pulang” lanjutnya.
“pipit” dengan nada yang lebih kencang ia memanggilku.
“Ia mak,” sahut ku sambal berlari meninggalkan karet yang sedang aku dan teman ku mainkan.
“Ada apa mak, kan belum sore mak” kataku setiba di hadapan mamak.
Terlihat mata yang sedikit memerah dan berkaca, “ayah mau datang nak” kata mamak.
“benaran mak, yey ayah pulang” lanjutku.
Aku dan ayah sesungguhnya belum pernah benar-benar bercengkrama sekalipun, ia meninggalkanku dan merantau ke Jakarta sejak aku baru lahir dan masih tidak mengetahui apa-apa, bertemu dengan ayah merupakan suatu kebahagiaan bagiku kala itu, tentu saja karena selain rindu akupun penasaran seperti apa sebenarnya sosok  ayahku.
“Kapan ayah akan bulang mak?” lanjutku penasaran.
“besok dia akan sampai” jawab mamak.
Cuaca sore yang di bersamai kuning nya sinar matahari yang menghantam bumi, beserta dengan deruan angin yang bermain menggauli kulit saat itu terasa lebih indah dari biasanya, benar bahwa rasa bahagia memanglah dapat berpengaruh terhadap visualisasi mata. Kecantikan yang tersaji ini seharusnya membuat orang betah untuk berlama-lama menikmati nya, tapi tidak bagiku, aku seakan ingin segera mengakhiri hari ini agar hari esok lebih cepat datangnya, perasaan tidak sabar yang menggebu karena akan ada suatu hal yang menunggu akhirnya membuat ku tertipu oleh sudut pandangku sendiri, hari itu justru terasa berjalan lebih lambat dari biasanya.
Bersambung...............

Cerita pendek dari berbagai kisah nyata akan update setiap hari kamis, terus ikutin ya.

Follow by Email