Jika tertarik untuk memasang iklan, silahkan hubungi Sdr Erik A Saputro di Wa 0856 6497 4415

Sunday, March 24, 2019

Awas Bahaya TBC, Kenali Dia dan Waspadai !!!


Tuberculosis
Foto: pixabay
Eransa -  Tuberculosis atau yang sering disingkat TBC, merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, penyakit ini pun kadang disebut dengan "flek paru" yakni gangguan pernapasan kronis. Penyakit menular ini bahkan menjadi suatu wabah yang sangat berbahaya di eropa pada tahun 1800an.

Penyakit TBC ini dapat menyerang siapapun terutama untuk mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Bahkan di Indonesia sendiri, menurut data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2017 silam diperkirakan setidaknya ada sekitar 1.020.000 kasus orang yang terjangkit wabah ini. 


Lingkungan rumah yang padat dan kumuh, serta asrama-asrama dan rumah tahanan sangat rawan terjangkit TBC ini, sehingga akan sangat perlu rasanya untuk menjaga dan memperhatikan lingkungan tempat tinggal. Untuk mereka yang telah terjangkit wabah TBC maka akan menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini
1. Batuk yang terus-menerus sendiri
2. Berkurangnya nafsu makan
3. Mengalami sesak nafas
4. Berkeringat dimalam hari walaupun tidak sedang beraktifikas
5. Batuk disertai darah

Sedangkan untuk mereka yang diduga telah terjangkit wabah ini dapat di cek dengan tes mantoux serta IGRA (Interferon Gamma Release Assays).  Penyebab dari wabah TBC ini pertama kali di temukan oleh Dr. Robert Heinrich Herman Koch pada tanggal 24 Maret 1882 silam, dan terus diperingati sebagai hari tuberculosis sedunia yang bertujuan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah tubertuberculosis serta usaha untuk mengurangi wabah tersebut. 

Dr Robert Koch dalam penelitiannya menghasilkan postulat Koch yang banyak di gunakan dalam studi tentang mikrobakteria. Postulat Koch ini memiliki 4 kriteria hubungan sebab-sebab antara parasit dan penyakit, yaitu.
1. Organisme (parasit) harus didapati pada hewan yang sakit, tidak pada hewan yang sehat.
2. Organisme harus di isolasi dari hewan sakit dan dilakukan pembiakan dalam kultus murni.
3. Organisme yang dikultuskan harus menimbulkan penyakit terhadap hewan yabg sehat.
4. Organisme tersebut harus diisolasi ulang dari hewan yang dicobakan tersebut.

Setelah faham tentang wabah dari TBC ini, maka penting untuk mulai memperhatikannya agar wabah berbahaya ini tidak menyebar luas di lingkungan kita,. Terimakasih sudah membaca, silahkan bagikan artikel ini jika bermanfaat. 

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email