Saturday, December 9, 2017

Tahu Kah Kalian Apa Itu Ar-Rayah dan Al-Liwa, Bahas Yuk ???

Beberapa waktu yang lalu, kita sedikit di hebohkan dengan adanya diskusi umum yang di selenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta, diskusi ini membahas perihal  acara yang baru saja dilaksanakan di monumen nasional (monas) Jakarta, acara yang berjudul Indonesia Lawyers Club (ILC) ini mengusung tema, "Perlukah Reuni 212?" dan mengundang beberapa tokoh yang cukup berpengaruh, seperti Ust. Felix Siaw, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan yang lainnya. Acara ini  di pandu oleh Karni Ilyas sebagai seorang pembawa acara yang cukup hebat.

Seperti yang teman-teman telah ketahui bersama, bahwa acara ini (ILC) memang merupakan sebuah acara yang selalu menyuguhkan tontonan menarik seputar isu-isu yang terjadi dan di bahas bersama nara sumber - nara sumber ahli, namun episode kali ini menjadi begitu luar biasa serta membangun berbagai opini publik, selain karena dipertemukannya Ust. Feliz Siaw dengan Ust. Abu Janda yang memang memiliki perbedaan pandangan terhadapat acara itu, episode kali ini pun membahas isu-isu yang sedang hangat-hangatnya berada di tengah masyarakat.

Dalam rentetan diskusi yang dilaksanakan pada acara tersebut (ILC), tertarik saya akan suatu pembahasan mengenai bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa. Bendera apakah itu? dan kenapa bendera itu begitu penting hingga masuk dalam pembahasan orang-orang yang memiliki intelektual tinggi ini?
ar rayah dan al liwa

Baik teman-teman, saya tidak akan membahas tentang bendera itu dengan berbagai fikiran yang membingungkan, karena fokus saya yaitu memberikan informasi dengan cara yang paling sederhana agar lebih mudah untuk teman-teman fahami bersama, karena tujuan pembuatan artikel ini bukan untuk mereka yang telah faham akan bendera itu, namun bagi mereka yang benar-benar belum tahu apa-apa tentang bendera itu.

Sebelum itu, mari kita sedikit mengingat kembali tentang acara yang baru dilaksanakan di monumen nasional (monas) beberapa hari yang lalu. Pada acara yang di hadiri oleh insyaAllah jutaan orang itu, ada suatu bendera memang yang berwarna hitam dengan tulisan berbahasa arab yang berwarna putih turut menghisi acara tersebut, dan menurut sebagian orang, itu adalah bendera milik salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang telah di bubarkan sebelumnya, yaitu Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) lantas benarkan demikian?

Dalam pembahasan di ILC bagi teman-teman yang telah menonton acara tersebut, sebenarnya telah di jelaskan secara rinci oleh Ust. Felix Siaw tentang bendera apakah itu sebenarnya, kenapa bendera itu turut andil dalam acara yang besar itu, yah bendera Ar-Rayah (bendera hitam dengan tulisan arab berwarna putih). Nah teman, saya akan memberikan kalian sedikit pemahaman tambahan tentang bendera itu agar kita tidak hanya menjadi pendengar yang baik saja, namun setidaknya sedikit memahami apa yang tengah di bicarakan oleh orang-orang itu.

Selayaknya sebuah bendera, merupakan simbol akan sesuatu yang memiliki makna-makna tertentu, begitupun dengan Ar-Rayah dan Al-Liwa ini. Untuk mempermudah pemahaman teman-teman maka yang pertama, penting menurut saya untuk memberikan informasi ini bahwa, bendera Ar-Rayah itu berwarna Hitam, sedangkan bendera Al-Liwa itu bermarna Putih, secara sederhana dengan melihat dari kedua warna itu saja seharusnya kita bisa mengetahui bahwa terdapat perbedaan antara ke dua bendera itu.

Teman-teman sekalian, bendera Ar-Rayah (Hitam) merupakan bendera yang seharusnya memiliki ukuran yang lebih kecil dari Al-Liwa (Putih), fungsi dari bendera ini pada jaman nabi Muhammad S.A.W adalah sebagai panji jihat oleh para pemimpin-pemimpin detasemen, jadi setiap pemimpin-pemimpin pasukan itu memiliki atau diberikan satu bendera ini sebagai tanda kepemimpinannya. Sedangkan bedera Al-Liwa (Putih) merupakan bendera yang mewakili atau sebagai tanda dari kedudukan pemimpin, yang biasanya di pegang oleh pemimpin tertinggi dari peperangan, yaitu khalifah atau orang yang telah menerima mandat dari khalifah. 

Nah untuk lebih mudah femahaman teman-teman, contoh penggunaan dari bendera itu kira-kira seperti ini. Jika dalam permainan catur terdapat bidak raja, mentri, kuda dan benteng, maka raja yang akan memegang bendera Al-Liwa (putih), sedangkan mentri, kuda, dan benteng, masing-masing dari mereka akan memegang bendera Ar-Rayah (Hitam).Bagai mana, sudah jelas teman?

Kedua bendera yang menjadi salah satu topik pembicaraan ini, memiliki tulisan arab yang merupakan kalimat syahadat. Kalimat syahadat ini pasti di ucapkan oleh semua umat muslim yang ada di dunia. Sehingga bendera Ar-Rayah ini sebenarnya bisa di kalim oleh siapapun selama dia adalah umat muslim, karena memang itu adalah bendera mereka. Jadi teman-teman sekalian, kedua bendera ini bukan lah milik HTI, namun sah-sah saja HTI menggunakan bendera ini sebagai bendera mereka, karena mereka merupakan muslim yang seperti saya katakan sebelumnya bahwa siapapun selama dia adalah muslim, boleh menggunakan bendera perjuangan ini.

Nah, sudah faham bukan tentang bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa ?
Bagi kalian yang ingin bertanya atau masih mengalami kebingungan akan bendera ini, silahkan tulis di komentar. 
Terima kasih semoga bermanfaat.

Baca Juga:

3 comments:

  1. akhirnya, tau ane gan :D

    ReplyDelete
  2. Iya nih bagus pembahasannya... Kemarin sempat juga lihat ILC ngomongin masalah bendera itu.

    Sekarang ana paham gan!

    ReplyDelete

Follow by Email